Album Review: Ryan Adams – 1989

 

ryan-adams-covers-taylor-swift
Diambil dari Google Image.

 

Saya adalah penggemar berat Taylor Swift sejak duduk di bangku SMA. Untuk saya, semua lagu dia sangat magis, dan entah kenapa ada selalu lagunya yang cocok dengan kehidupan saya pribadi.

Sewaktu saya mendengar berita bahwa pemusik bernama Ryan Adams akan membuat album daur ulang dari album terbaru Swift berjudul sama, saya merasa cemas sekaligus tidak sabar. Kenapa cemas? Karena saya takut album daur ulang milik Adams tidak akan sebagus album aslinya, atau malah terdengar sangat sama dengan album asli. Kenapa tidak sabar? Karena saya terbuka pada kemungkinan bahwa Ryan Adams akan membuat album ‘1989’ yang sangat berbeda dari album aslinya.

Saya mengenal Ryan Adams hanya lewat satu lagu yaitu lewat versi ‘Wonderwall’ miliknya. Menurut saya dia musisi yang cukup bagus, namun saya tidak tertarik untuk mendengar lagu-lagu lain darinya. Setelah mendengarkan album ‘1989’ versi Ryan Adams, sepertinya saya harus mulai mendengarkan dia lebih banyak…

 

Isi album ‘1989’ milik Ryan adalah seluruh lagu dari ‘1989’ milik Taylor Swift. Saat saya mendengarkan lagu pertamanya di album tersebut (‘Welcome to New York’), saya langsung merinding. Menurut saya, keseluruhan album ini sangat… cowok banget. Mungkin jika orang lain tidak tahu album ‘1989’ sejatinya dimiliki Taylor Swift, mereka akan mengira album ini adalah curahan hati seorang laki-laki.

Cara dia menerjemahkan ulang setiap lagu dalam album ‘1989’ sangat konsisten dari lagu ke lagu. Saya bisa mendengarkan beberapa bagian yang terinspirasi dari musik rock ala 70-an dan 90-an terutama di lagu-lagu seperti ‘Welcome to New York’, ‘Style’, dan ‘Wildest Dreams’. Entah mengapa, otak saya beralih pada Tom Petty dan Morrison saat mendengarkan versi 1989 dari Ryan Adams. Dalam lagu ‘I Wish You Would’, Ryan mencoba ketukan lebih santai, dan dia kembali menggebrak telinga di lagu ‘All You Had to Do Was Stay’.

Untuk menutup tulisan pertama ini, saya bisa menjamin bahwa album ini sangat berbeda daripada album asli 1989 yang penuh suara synthesizer dan pengaruh keras dari new wave dan synthpop tahun 1980-an yang disuguhkan Taylor Swift. 1989 versi Ryan Adams jauh lebih ‘kasar’ dan lebih misterius. Saya juga tidak bisa bilang siapa yang lebih bagus karena dua-duanya memang bagus dengan parameter yang berbeda.

 

 

Advertisements